Tangkap Peluang Usaha di Tengah Pandemi Covid-19

WARTAKOTA.NET – Pandemi Covid-19 yang masih terjadi sampai saat ini, sedikit banyaknya cukup berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. Kendati demikian, disaat semuanya serba sulit akibat pandemi ini, ada saja peluang yang bisa ‘ditangkap’ untuk dijadikan ladang usaha. Salah satunya adalah menjual instalasi tanaman hidroponik.

Seperti yang dilakukan oleh Mahyudi, warga Desa Pekauman Dalam, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar. Ia mulai menekuni pembuatan instalasi atau alat untuk bertani dengan sistem instalasi hidroponik.

Mahyudi menceritakan, dulunya ia berprofesi sebagai pengrajin fukaha. Namun sejak omzet penjualan fukaha mengalami penurunan secara drastis, maka ia beralih ke usaha pembuatan instalasi hidroponik ini.

Semula tambah Mahyudi, tak ada niat untuk menjual alat-alat instalasi hidroponik itu. Namun dikarenakan adanya yang memesan, akhirnya ia lebih fokus untuk berjualan alat pertanian hidroponik.

“Ada saja yang memesan, dan biasanya mereka meminta melalui telepon atau datang langsung ke rumah,” katanya kepada Jurnalis Wartakota.net, Senin (31/8/20).

Mahyudi tengah membuat instalasi hidroponik. Foto – Sai

Masih kata Mahyudi, ia baru akan mulai membuat instalasi hidroponik jika sudah ada orang yang memesannya. Hal ini dilakukannya agar tidak ada penumpukan stok yang terlalu lama. Selain itu, modal untuk membuat 1 set instalasi hidroponik ini juga dirasa cukup besar.

Untuk membuat 1 set (paket) instalasi hidroponik ditambah 1 unit mesin pompa air terang Mahyudi, modal yang diperlukan sekitar Rp600 ribu. Namun modal biaya tersebut belum termasuk biaya merakit dan konstruksi kayunya. Sedangkan untuk pembuatan 1 paket instalasi hidroponik sampai selesai, modal yang diperlukan sekitar Rp1,3 juta.

“Ini untuk ukuran 4 meter dengan pipa sebanyak 6 batang ukuran 2,5 inch. Keuntungannya sih gak begitu banyak, tapi cukup saja buat sehari-hari,” pungkasnya. (sai/dm)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Ribuan Pelaku UMKM ‘Ngeluruk’ Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Banjar

Pengesahan APBD Perubahan TA 2020 Alami Keterlambatan