Nyiru, Penampi Beras dan Pertanda Anak Hilang

WARTAKOTA.NET – Masyarakat pedesaan yang ada di wilayah Kabupaten Banjar, biasanya menggunakan Nyiru untuk menampi atau membersihkan beras.

Nyiru ini sebuah peralatan rumah tangga yang terbuat dari anyaman bambu, yang kebanyakan berbentuk bulat pipih.

Di sekeliling nyiru diberi rotan melingkar sebagai bingkai dan diikat dengan tali, agar nyiru ini menjadi lebih kokoh dan kuat dipegang saat masyarakat mulai menampi beras.

Fungsi utama nyiru adalah untuk menampi beras atau gabah. Beras ditampi agar dapat memisahkan antah (kulit padi) dan beras, sehingga beras yang dihasilkan untuk dijual atau untuk dimasak adalah beras yang berkualitas layak makan.

“Bagi yang hidup di kampung seperti saya ini, melihat orang menampi beras atau bahkan menampi beras adalah suatu kegiatan yang biasa dilakukan. Dan saya, ibu saya sendiri juga kadang menampi beras sebelum beras itu dimasak,” ujar Zainudin Warga Astambul.

Nyiru banyak dijual di pasar-pasar tradisional. Foto – Sai

Selain untuk menampi beras, ternyata ada tradisi menarik dibalik penggunaan nyiru ini.

Di kalangan masyarakat Banjar, khususnya di kawasan pedesaan, ada sebuah tradisi yang diberi nama “Bagandang Nyiru”.

Bagandang nyiru ini merupakan pertanda bunyi khusus bagi masyarakat yang sedang mencari anaknya yang hilang.

“Karena dulu itu, jika orang kehilangan anak, untuk memberitahu kepada warga lain atau tetangga mereka memukul nyiru atau begandang nyiru sambil teriak ‘anak saya hilang’. Jadi dinamakanlah bagandang nyiru,” cerita Zainudin. (sai)

What do you think?

SK Uji PCR – Rapid Test Kini Berlaku 14 Hari

Denny Dikawal Gerindra Maju Pilgub Kalsel