Hortikultura, Sektor Menjanjikan di Kabupaten Banjar

Ilustrasi tanaman hortikultura. Foto - pixabay

WARTAKOTA.NET – Kabupaten Banjar dikenal dengan beberapa komoditas hortikultura seperti buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman hias, dan biofarmaka atau tanaman obat-obatan.

Ada beberapa produk unggulan hortikultura di Kabupaten Banjar.

Untuk buah-buahan ada pisang, durian, dan jeruk. Sementara untuk tanaman hias ada bunga mawar dan melati.

Sedangkan cabai rawit dan cabai besar menjadi produk unggulan pada komoditas sayuran. Adapun jahe menjadi produk unggulan pada komoditas biofarmaka.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar, Nurul Chatimah mengatakan, pertanian hortikultura tak terpengaruh situasi dan memiliki prospek yang sangat menjanjikan.

Ia mencontohkan, buah-buahan dan sayur-sayuran serta tanaman obat, saat ini banyak dicari orang untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.

“Produk kita sendiri untuk saat ini dapat memenuhi kebutuhan di daerah kita,” katanya kepada wartakota.net, Rabu (27/5/20).

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar, Nurul Chatimah.

Nurul Chatimah menambahkan, petani hortikultura saat ini cukup bersemangat untuk tetap bercocok tanam.

Hal ini sambungnya, dikarenakan keuntungan yang didapat dari hortikultura ini cukup menjanjikan dan tak terpengaruh situasi pandemi yang sedang terjadi. Bahkan setiap tahun terjadi kenaikan jumlah lahan tanam.

“Untuk jumlah lengkapnya berapa total petani hortikultura kita itu datanya ada di penyuluh, bukan di kita. Namun saat ini sudah ada ribuan petani hortikultura. Kita Dinas TPH Kabupaten Banjar  berperan untuk membantu petani hortikultura,” terangnya.

Ilustrasi tanaman hortikultura. Foto – pixabay

Lebih jauh Nurul menerangkan, Dinas TPH Kabupaten Banjar rutin melaksanakan pelatihan bagi petani dan melakukan penyuluhan, serta memberikan pelatihan-pelatihan kepada para petani hortikultura agar selalu dapat meningkatkan hasil panen mereka.

“Misalnya kita sudah mengusulkan pemberian benih jeruk untuk pengembangan kebun jeruk seluas 200 hektar untuk agrowisata di Kabupaten Banjar. Tak hanya bibit, kita juga mempersiapkan infrastrukturnya seperti gazebo untuk pengunjung,” ungkapnya.

Nurul membeberkan, tahun ini semestinya ada peluncuran/launching kawasan argowisata putik jeruk di Desa Sungai Alat. Namun peluncuran ini tertunda karena adanya virus corona/covid-19.

“Para petani kira tetap menjalankan aktivitas seperti biasa,” ucapnya.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Warga Dimakamkan dengan Protap Covid-19

Pemakaman dengan Protap Covid-19 Dikomplain