SUKASUKA

Di Balik Kisah, Mapala Piranha Patungan Sewa Hunian Baru

WARTAKOTA.NET – Rumah Mapala Piranha, begitulah para anggota mahasiswa pecinta alam itu memberi nama hunian baru mereka di Komplek Bumi Cahaya Bintang, Kelurahan Sungai Besar, Banjarbaru.

Rumah Mapala Piranha ini hanya sebagai tempat menampung aset dan banyaknya perlengkapan outdoor dengan harga, kualitas, dan nilai yang cukup tinggi. Trophi-trophi penghargaan atas prestasi yang telah diukir oleh para senior di Mapala Piranha dari zaman ke zaman juga disimpan di sini.

Puluhan trophi penghargaan yang diraih Mapala Piranha. Foto – Ist
Perlengkapan outdoor dengan harga, kualitas, dan nilai yang cukup tinggi yang dimiliki Mapala Piranha. Foto – Ist

Sebelum berpindah ‘sarang’ ke hunian baru, para ‘piranha’ ini sempat sangat lama menghuni Sekretariat Mapala Piranha yang berada di Kampus Utama Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM. Namun karena fasilitas ruangan berukuran 3 x 4 meter yang disediakan aparatur kampusnya tidak muat lagi diisi barang – barang organisasi yang sudah hidup sejak tahun 1984 itu, akhirnya anggota Mapala Piranha memutuskan untuk pindah hunian.

Salah satu anggota Mapala Piranha, Amran (24) mengatakan, baru sebagian kecil peralatan dan perlengkapan organisasi yang sudah dipindah-tempatkan di hunian baru.

Mapala Piranha juga memiliki peralatan snorkling. Foto – Ist

“Alhamdulillah kami tetap difasilitasi dan diperhatikan Dekan beserta jajaran aparat kampus. Ruangan di sekretariat itu hanya berukuran 3 kali 4 meter saja, tidak bisa menampung semua alat kami,” ungkap Amran.

Di samping itu, Amran menerangkan bahwa antar anggota Mapala Piranha ‘patungan’ untuk membayar biaya kontrak (sewa) rumah yang jadi hunian mereka sekarang. Rumah dengan tipe 36 ini mereka kontrak selama 6 bulan ke depan.

“Saat ini (sewa) perbulannya Rp700 ribu, sedangkan biaya listrik dan PDAM bayar sendiri. Alhamdulillah kami diterima dengan sangat baik oleh warga setempat,” demikian Amran mewakili teman-temannya sesama anggota Mapala Piranha. (tet/dm)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Ternyata Haji Martinus Anggota Mapala

Gas Elpiji Mahal, Warga Masak Pakai Cara Tradisional