Tangkap Lobster, Kalsel dapat Kuota 25 Ton

WARTAKOTA.NET – Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 yang mengatur tentang pengelolaan lobster, kepiting, dan rajungan di wilayah Indonesia beserta berbagai petunjuk teknis lainnya, adalah demi menumbuhkan geliat budidaya lobster.

Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fadhli menyampaikan, untuk penangkapan lobster dari titik nol terendah sampai 12 mil ke arah laut adalah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kegiatan penangkapan lobster di daerah hanya diperbolehkan sebanyak 189 ton lobster, berlaku untuk seluruh Indonesia,” ujar Fadhli.

Lokasi penangkapan di wilayah Kalsel tambah Fadhli, berada di wilayah WPP 712, tepatnya di perairan Laut Jawa. Sedangkan pada wilayah 713 berada di Selat Makassar.

“Kalsel hanya diberi kuota 25 ton saja per tahunnya sebesar 13,2 persen. Cuma nelayan kita sampai saat ini belum bisa mencapai 25 ton untuk hasil tangkap lobster,” ucapnya.

Sementara itu, Trisna Utama, Kepala Satuan Kerja Perum Perikanan Indonesia Kalimantan Selatan mengatakan bahwa Perum Perikanan Indonesia Unit Kalsel belum pernah melakukan ekspor lobster secara signifikan.

Selama ini sambung Trisna, pihaknya hanya membantu serapan dari nelayan untuk dibagikan ke pasar tradisional, permintaan secara daring (online), ritel modern skala kecil hingga ritel modern skala besar.

Sedangkan untuk besaran ukuran lobster yang diserap pihaknya dari lokasi penangkapan, sebesar 200 sampai 500 gram ke atas.

“Kita tidak mengambil jenis lobster yang di bawah 200 gram, Kalau kisaran penangkapan kita hanya mengambil 500 Kilogram, paling banyak 1 ton,” jelasnya.

Ia berharap agar masyarakat mulai membiasakan mengkonsumsi ikan laut. Selain tinggi protein dan vitamin, tentunya itu semua akan menambah imun dan sistem kekebalan dalam tubuh.

“Saran saya jangan menangkap lobster yang di bawah 200 gram, nanti terjadi kepunahan, Boleh menangkap asal sesuai aturan yang telah ditetapkan,” pungkas Trisna. (tet/dm)

What do you think?

Relawan Nadjmi – Jaya Gelar Tahlilan

Jurnalis Banjar Ikuti Tes Swab