Ribuan Pelaku UMKM ‘Ngeluruk’ Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Banjar

WARTAKOTA.NET – Ribuan Masyarakat Kabupaten Banjar, khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), meluruk Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banjar, Senin (31/8/20).

Kedatangan mereka ‘ngeluruk’ kantor dinas tersebut bukan untuk melakukan aksi demo dan sebagainya, namun untuk memasukkan berkas untuk mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) produktif bagi UMKM dari pemerintah pusat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.

Dari ribuan orang atau berkas yang masuk itu, 200 diantaranya berasal dari RT.1 sampai RT.6 Desa Murung Kenanga Kecamatan Martapura. Berkas usulan warganya itu dibawa langsung oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

“Iya, karena perangkat desa sedang sibuk mengurus BLT, jadi kami dari BPD memfasilitasi warga yang ingin mengusul bantuan UMKM,” ujar kepala BPD Murung Kenanga, Khairuddin, Senin (31/8/20).

Ditambahkan Khairuddin, UMKM yang ada di Desanya terdiri dari UMKM fashion hingga kuliner. Namun dari jenis UMKM itu, yang paling banyak adalah kuliner. Desa Murung Kenanga sendiri ujarnya, ada sebanyak 38 berkas yang harus diperbaiki agar bisa masuk dalam usulan UMKM.

Warga pelaku UMKM mengumpulkan berkas sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan sosial. Foto – Sai

“Seleksi itu sah-sah saja, mungkin juga dari berkas yang kita serahkan ini ada yang tidak memenuhi persyaratan atau tidak layak mendapatkan bantuan, tapi harapan kita tentu agar semua warga Murung Kenanga yang sudah mengusulkan berkas bisa mendapatkan bantuan sosial ini,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Kabupaten Banjar, Mada Teruna menyampaikan, ada sekitar 3000 orang warga pelaku UMKM di Kabupaten Banjar yang mendaftar untuk mendapatkan bantuan sosial tersebut. Data tersebut ungkap Mada, merupakan jumlah UMKM di Kabupaten Banjar, bukan usulan dari pelaku UMKM.

Masih kata Mada, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro sudah mengajukan sekitar 2000 berkas usulan dari pelaku UMKM di Kabupaten Banjar.

“Dan diperkirakan masih ada 5000 lebih yang belum kita masukan ke pihak provinsi, karena hari ini masih banyak warga yang datang menyerahkan berkas,” ujarnya.

Padahal sambung Mada, target usulan yang diajukan oleh pelaku UMKM di Kabupaten Banjar sekitar 10 ribu pelaku UMKM.

“Harapan kami sampai 10 ribu, dengan itu Rp 2,4 miliar dana bantuan masuk ke Kabupaten Banjar dan ini akan membuat perekonomian di Kabupaten Banjar bergerak,” katanya.

Di sisi lain, pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap kegiatan UMKM di Kabupaten Banjar. Banyak UMKM yang harus tutup dan ada juga tetap bertahan namun dengan memanfaatkan keadaan.

“Misalnya dengan beralih menjadi pembuat masker dan online shop,” ucapnya. (sai)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Sanca Kembang 4 Meter Hebohkan Warga, Puluhan Telur Ditemukan

Tangkap Peluang Usaha di Tengah Pandemi Covid-19