Polres Banjarbaru Kirim SPDP Oknum ASN Banjarbaru Penyebar Hoax

WARTAKOTA.NET – Polres Banjarbaru menggelar konferensi pers, Senin (19/10/20) terkait kasus berita bohong atau hoax yang ditulis oleh salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di status WhatsApp-nya.

Oknum ASN itu diketahui berinisial FM (46), warga Kota Banjarmasin yang bekerja di salah satu instansi/dinas di lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru.

Postingan (tulisan) FM di status WhatsApp-nya berbunyi, “Demo hari ini di bjm akan damai ketika dikawal TNI namun sebaliknya jika POLRI maka akan rusuh, kpd adek2ku dan kwn2 sekalian yg demo ht ht penyusup dr INTEL berpakaian almamater krn td tmpk terlihat dr POLDA ada bbrp intel yg membawa almamater patut di duga ini provokasi yg dilakukan oleh mereka utk rusuh.”

Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Santoso yang memimpin jalannya konferensi pers itu menyampaikan, Tim Patroli Siber Polres Banjarbaru kemudian menemukan screenshot (tangkapan layar) status yang beredar di grup – grup WhatsApp tersebut, Kamis (15/10/20) lalu.

Menindaklanjuti beredarnya postingan status tersebut lanjut AKBP Doni Hadi, Sat Reskrim Polres Banjarbaru melakukan penyelidikan dan diketahui berasal dari Nomor Whatsapp 08125011xxx milik salah satu ASN di Kota Banjarbaru dengan inisial “FM (46 Tahun)” yang beralamat di Kota Banjarmasin (sesuai KTP).

“Kemudian Unit Resmob Polres Banjarbaru langsung menjemput pelaku di tempat kerjanya, dimana saat ditanyakan petugas yang bersangkutan membenarkan bahwa yang beredar itu adalah postingan status WA miliknya sendiri,” ungkap AKBP Doni Hadi.

Selanjutnya kata AKBP Doni, pelaku beserta Barang Bukti 1 (satu) unit handphone merk Samsung Galaxy Note 9 warna hitam diamankan ke Mapolres Banjarbaru untuk dilakukan pemeriksaan oleh Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Banjarbaru.

“Dari hasil pemeriksaan, FM mengaku khilaf dan tidak bermaksud menyinggung salah satu instansi. Dalam hal ini yang bersangkutan hanya mengutarakan kegelisahannya, terkait situasi politik yang berkembang saat ini,” jelasnya.

Lebih jauh AKBP Doni Hadi menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada 7 (tujuh) orang saksi, yang 1 (satu) orang diantaranya adalah saksi ahli bahasa.

FM ditetapkan sebagai Tersangka pada malam harinya saat diamankan, tepatnya pada hari Kamis tanggal 15 Oktober 2020.

“Namun dalam hal ini penyidik tidak melakukan Penahanan, untuk SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) hari ini dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Banjarbaru, dan proses Penyidikannya akan berjalan guna adanya Kepastian Hukum,” demikian AKBP Doni. (tet)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Relawan Buruh Patriot Pancasila, Deklarasi Dukung Haris – llham

Pjs Wali Kota Banjarbaru Kunjungi Asrama Mahasiswa Asal Papua