Pjs Wali Kota Banjarbaru Tindaklanjuti Surat Edaran Mendagri

WARTAKOTA.NET – Mengantisipasi terjadinya kerumunan warga disaat libur panjang dan cuti bersama dari tanggal 28 – 30 Oktober 2020 terkait penyebaran Covid-19, Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Banjarbaru Bernhard E Rondonuwu,
mengimbau kepada masyarakat Kota Banjarbaru maupun wisatawan yang akan berlibur ke Kota Banjarbaru untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Libur panjang dan cuti bersama, kami berpesan agar masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan, hal ini sebagai upaya bersama menjaga diri kita dan orang-orang di sekitar kita,” ujar Berhard, baru baru tadi.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan kepada para pengelola tempat wisata dan tempat usaha lainnya, untuk mematuhi ketentuan dalam Perwali Nomor 27 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Hal ini juga untuk menindaklanjuti Surat Edaran Mendagri Tito Karnavian Nomor 440/5876/SJ tentang Antisipasi Penyebaran Covid-19 pada Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020, antara lain:

Pjs Wali Kota Banjarbaru, Bernhard E Rondonuwu. Foto – Mahali

Pertama, mengimbau masyarakat selama melaksanakan libur dan cuti bersama agar sedapat mungkin menghindari melakukan perjalanan serta melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing.

Kedua, dalam pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan masing-masing, masyarakat diimbau agar tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Ketiga, jika pelaksanaan liburan dan cuti bersama dilakukan dengan perjalanan keluar daerah, agar dilakukan test PCR atau Rapid Test untuk memastikan pelaku perjalanan bebas Covid-19 dan bagi yang positif, agar tidak melakukan perjalanan.

Keempat, setelah kembali dari perjalanan, disarankan kembali melakukan test PCR atau Rapid Test untuk memastikan bahwa pelaku perjalanan tetap dalam keadaan negatif Covid-19.

Kelima, setiap daerah agar memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah penyebaran covid-19 dengan mengintensifkan Satgas Covid-19.

Keenam, mengidentifikasi tempat wisata yang menjadi sasaran liburan agar memiliki protokol kesehatan yang baik dan menerapkan protokol kesehatan kepada para pengunjung.

Ketujuh, mengatur kegiatan seni budaya dan tradisi non-keagamaan di lingkungan masing-masing agar tidak terjadi kerumunan massa dalam bentuk apapun dan melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Kedelapan, agar kepala daerah melakukan koordinasi dengan Forkopimda dan Stakeholder lainnya seperti Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pengelola Hotel, Tempat Wisata, Mall dan tempat usaha lainnya serta pihak lain yang dianggap perlu dalam rangka pencegahan dan penegakkan disiplin sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kesembilan, mengoptimalkan peran Satgas Covid-19 dalam melaksanakan monitoring, pengawasan dan penegakan hukum. (mhl/tet)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Ziarah ke Makam Van der Pijl, Bernhard : JAS MERAH!

Deklarasi Damai Anti Anarkisme, Bupati: Semua Pihak Harus Menjaga