Penyertaan Modal PDAM Intan Banjar Terganjal

WARTAKOTA.NET – Rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar untuk menambah Penyertaan Modal Pemerintah Kabupatan Banjar berupa Barang Milik Daerah kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar senilai Rp30 miliar, nampaknya tak berjalan mulus ditahap pembahasan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar.

Seperti yang dikatakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Banjar, M. Rofiqi. Di masa pandemi virus corona ini ujar Rofiqi, dipastikan keuangan daerah mengalami penurunan, ditambah kondisi PDAM Intan Banjar yang hingga kini belum ada kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Mereka wajib membayarkan PAD ke pemerintah jika cakupan layanan mencapai 80 persen. Kita lihat luasan Kabupaten Banjar sendiri, sama 7 kali luasan Jakarta. Tentu hal mustahil jika PDAM dapat mencakup 80 persen,” ungkapnya.

Ditambahkan Rofiqi, di Badan Musyawarah sudah ditetapkan tidak ada tambahan modal berupa uang, hanya aset saja. Namun hal tersebut kembali dibahas hari ini.

“Karena itu tadi di paripurna, beberapa fraksi tegas menolak, tidak ada penambahan modal berupa uang. Pelayanan PDAM Intan Banjar hingga kini belum maksimal terhadap masyarakat Kabupaten Banjar,” bebernya.

Sementara Ketua Fraksi Partai NasDem, Syarwani menuturkan, hendaknya pemerintah mengutamakan penanganan Covid-19 yang dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat.

“Kami menyarankan agar pemerintah mengurangi pembangunan infrastruktur yang dirasa tidak berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” tutupnya. (sai)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Warga Banjarbaru Diduga Tenggelam di Waduk Riam Kanan

Haris – Ilham Dukung Kaum Milenial Penggemar E-Sports