Niat Mengembalikan, Malah Khilaf; Pencuri HP Rosehan Diringkus Polisi

WARTAKOTA.NET – Polres Banjarbaru menggelar konferensi pers, terkait tindak pidana pencurian yang dialami oleh salah seorang tokoh masyarakat Kalimantan Selatan, M. Rosehan Noor Bahri, Kamis (22/10/20).

Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso yang memimpin langsung konferensi pers menerangkan, pada hari Sabtu, 17 Oktober 2020, Rosehan dan pelaku yang berinisial BA berada di dalam pesawat yang sama, keberangkatan dari Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara Internasional Syamsudin Noor.

“Saat tiba di Bandara Syamsudin Noor, pada saat turun dari pesawat Citilink Korban baru menyadari bahwa handphone miliknya sudah tidak ada,” terang AKBP Doni Hadi.

Kemudian, tambah AKBP Doni Hadi, korban melapor kepada petugas Citilink dan kembali ke pesawat untuk memastikan keberadaan Handphone miliknya. Namun saat diperiksa, ternyata keberadaan handphone tersebut sudah tidak ada di tempat.

“HP tersebut diletakkan korban di kursi kosong nomor 4F samping kiri kursi duduk korban nomor 4E. Kemudian pelapor tidak ingat membawanya, saat turun dari pesawat Citilink korban baru sadar,” jelasnya.

Lebih jauh AKBP Doni Hadi menjelaskan, korban juga sempat menghubungi nomor handphone miliknya, namun awalnya tidak tersambung karena handphone-nya dalam keadaan mati. Saat korban kembali menghubungi ke nomor handphone tersebut malam harinya, telepon tersambung namun tidak diangkat oleh tersangka BA.

“Kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjarbaru Barat,” ucapnya.

Menindaklanjuti Laporan tersebut, anggota Opsnal Polsek Banjarbaru Barat dengan Satreskrim Polres Banjarbaru melakukan penyelidikan dan diketahui pelaku atas nama BA (48), pekerja swasta dari daerah Satui hingga akhirnya pelaku berhasil diringkus oleh aparat kepolisian.

“Dari hasil pemeriksaan, BA mengaku khilaf dan bermaksud untuk mengamankan handphone dan diserahkan ke pramugari, tetapi pramugari mengarahkan untuk memberikan kepada petugas keamanan Bandara (AVSEC),” ungkap AKBP Doni seraya menambahkan bahwa pelaku tidak menyerahkan handphone itu kepada petugas AVSEC, namun ia bawa ke tempat kerja.

“Bahkan handphone tersebut sudah di falshing atau di-restart,” imbuhnya.

Diketahui, pelaku adalah seorang karyawan di salah satu perusahaan di Satui Kabupaten Tanah Bumbu. Saat sampai di mess perusahaan, pelaku menyuruh anak buahnya atas nama Eko Gunawan untuk menghidupkan kembali (restart) HP tersebut dengan maksud untuk membukanya, karena HP tersebut dilengkapi sidik jari korban.

“Karena HP tersebut dilengkapi sidik jari Korban, sehingga pelaku tidak mengangkat telepon yang masuk pada malam itu,” ujarnya.

Pelaku juga mencabut SIM Card milik korban dengan tujuan untuk menggantinya dengan nomor baru. Setelah HP curian itu berhasil di-restart, barulah HP tersebut bisa dibuka dan kemudian disimpan dengan maksud akan digunakannya atau dimilikinya sendiri.

“SIM Card juga sudah dikeluarkan pelaku dari HP Korban dan disimpan dalam dompet pelaku,” tukasnya.

Adapun barang bukti yang turut diamankan yakni:

  1. Manifest Pesawat
  2. HP Samsung S9 Plus warna Minight Black dengan no IMEI : 35537/09/002490/9 dan 355338/09/002490/7
  3. SIM Card
  4. Boarding Pass
  5. Tas Ransel Warna Hitam

Sebelum HP tersebut digunakan oleh tersangka, tersangka BA telah diamankan oleh pihak kepolisian pada hari Selasa, 20 Oktober 2020.

“Total kerugian yang dialami korban atas kejadian tersebut sebesar dua belas juta rupiah, dan pelaku BA terancam hukuman 5 tahun penjara,” pungkasnya. (tet)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Diskominfo Banjar ‘Belajar’ ke Diskominfo Semarang

Haris – Ilham Serap Aspirasi Warga Pasar Kalindo