Lahan Reklamasi Dirusak Peti

WARTAKOTA.NET – Keberadaan ilegal mining atau pertambangan ilegal yang berada di daerah reklamasi PT. Antang Gunung Meratus (AGM), dibenarkan kuasa hukum PT. AGM, Suhardi.

“Peti (Pekerja Tambang Ilegal) berada di wilayah konsesi atau Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang juga masuk kawasan hutan lindung dan hutan produksi,” terang Suhardi usai patroli gabungan, Rabu (11/11/20).

Suhardi melanjutkan, keberadaan Peti memang sudah diketahui oleh Satgas Peti PT. AGM dan dilaporkan ke Polres Banjar. Bahkan pihaknya juga sudah melakukan Patroli bersama PAM Obvit beberapa kali.

“Bahkan pekerja dan alat berat juga sudah pernah diamankan PAM Obvit Polda Kalsel dan Satgas Peti,” ungkapnya.

Selama ini ujar Suhardi, Satgas Peti PT. AGM tak melakukan pembiaran terhadap keberadaan Peti itu. Pihaknya terus mengupayakan tindakan pencegahan dengan beberapa dengan kali melakukan patroli.

“PAM Obvit juga sudah pernah mengamankan pengawas lapangan atas nama Subandi yang diminta mengawasi tambang atas nama pemilik tambang, Sugianto, dengan CV bernama Maju Bersama yang direkturnya atas nama Windhu, dan pemilik lahan atas nama Majid, beroperasi mulai awal September 2020,” bebernya.

Tak hanya mengantongi nama pemilik tambang ilegal, PAM Obvit Polda Kalsel bersama Satgas lanjut Suhardi, juga sudah menahan sebanyak 7 unit alat berat yang biasa dioperasikan Peti yang ditemukan di lokasi tambang.

Luas lahan yang sudah direklamasi PT AGM sendiri seluas 162 hektare sejak tahun 2005 hingga 2010. Sebagian lahan yang sudah direklamasi tersebut diganggu tambang ilegal sekitar lebih dari 50 hektare termasuk untuk Hauling yang digunakan di area blok satu PT. AGM. (tim)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Warga Hadang Aparat, Penertiban Peti Gagal

4 Puskesmas di Banjarbaru dapat Reakreditasi