Kabupaten Banjar Ingin Terapkan PSBB, Bantuan Sembako Diharapkan Tepat Sasaran

WARTAKOTA.NET – Pandemi Covid-19 di Indonesia termasuk Kabupaten Banjar berdampak pada segenap lini kehidupan masyarakat. Banyak kegiatan yang telah direncanakan oleh masyarakat tertunda, bahkan tidak sedikit dari pedagang yang harus merugi lantaran sepinya penjualan. Irus (50) warga Bincau Kecamatan Martapura Kota misalnya.

Perempuan yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima penjual sayur mayur di Pasar Martapura ini tersenyum lirih ketika ditanya hasil penjualan sayur hari ini.

“ Tuh lihat aja kan sayurnya masih utuh,” ujar Irus sembari menunjuk sayur-sayur yang ada di lapaknya.

Belum lagi tambah Irus, lahan sebagai tempat ia mencari sulur keladi di desanya, sekarang kondisinya sudah rata dengan tanah lantaran hendak dibangun perumahan oleh pengembang. Hal ini katanya, membuat penghasilannya semakin berkurang.

“Sekarang sulur keladi beli dari orang lain dengan harga 30 ribu perkarung kecil, Enggak (tidak) bisa lagi cari sendiri lahannya sudah dibuldoser (diratakan),” lirihnya.

Sementara terkait rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Banjar yang akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pencegahan meluasnya penyebaran covid-19 di 6 kecamatan, ia mengaku tidak tahu soal itu.

Namun menurutnya, jika PSBB itu diterapkan tentunya semakin sulit untuk berjualan. Pemerintah daerah harus menyiapkan kebutuhan masyarakat terutama sembako yang sangat diperlukan saat ini untuk bertahan.

“Mudah-mudahan sampai bantuannya,” ucapnya berharap dan di amini oleh teman seprofesinya.

Zainab diantara dagangannya.

Pedagang sayur kaki lima lainnya Zainab juga berharap, bantuan dimaksud bisa sampai kepada masyarakat yang berhak atau terdampak corona dan tidak salah sasaran.

“Kalau saya belum pernah dapat bantuan dalam bentuk apapun, baik sebelum maupun sesudah corona, mungkin orang melihat saya tidak layak untuk mendapatkan bantuan, Alhamdulillah padahal,” ungkapnya tanpa melanjutkan kalimatnya.

Rencana pemberlakuan PSBB oleh Pemkab Banjar sendiri mulai diterapkan 1 pekan setelah pemberlakuan PSBB di Kota Banjarmasin. Keakuratan data yang dimiliki guna penyaluran bantuan sembako adalah sebuah keharusan, agar warga yang terdampak bisa mendapatkannya. Tidak salah sasaran hingga menimbulkan permasalahan dikemudian hari.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Polres Banjarbaru Bagikan Ratusan Paket Sembako

Tempat Karantina di Martapura Telah Difungsikan