Wabup PPU : Jangan Ribut Memikirkan Ketua Badan Otoritas IKN

Presiden Joko Widodo saat berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (foto : setneg.go.id)

WARTAKOTA.NET – Terkait rencana pemerintah pusat untuk memindahkan Ibukota Negara RI ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Wakil Bupati Penajam Paser Utara H Hamdam meminta masyarakat memanjatkan puji syukurnya.

“Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT telah memberikan kemurahannya kepada kita, khususnya warga Kecamatan Sepaku dan terkhusus warga Semoi Dua yang tak lama lagi menjadi Ibukota Baru Negara, kita berdoa mudah mudahan rencana pemerintah ini dapat terwujud,” ucapnya seperti dilansir dari laman penajamkab.go.id.

acara ulang tahun Desa Semoi ke 42 yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan Wayang Semar kepada Dalang Wahyu Tri Kuncoro

“Maka dari itu, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten PPU menghimbau kepada semua khusus yang ada di Desa Semoi Dua ini untuk terus menjaga kondisi keamanan di daerah mereka ini agar selalu dalam keadaan kondusif,” tambahnya saat di acara ulang tahun Desa Semoi ke 42 yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan Wayang Semar kepada Dalang Wahyu Tri Kuncoro yang mendalangi pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan Lakon Semar Mbangun Kayangan, berlangsung di Halaman Kantor Desa Semoi Duan, Kecamatan Sepaku, Rabu (18/3).

Ia katakan tidak usah terlalau memikirkan yang macam-macam, dengan mempersiapkan bagaimana agar dapat mengembangkan ekonomi, tidak usah ribut-ribut siapa yang akan menjadi Ketua Badan Otoritas, biar pemerintah pusat yang menentukannya.

“Biarlah para elit yang memikirkan itu (Ketua Badan Otoritas IKN-red), sebagai warga mesyarakat cukup mempersiapkan diri sesuai kemampuan masing-masing, dan keahlian yang dimiliki, sederhananya bahwa memikirkan bahan pokok bagi masyarakat ibukota nantinya adalah hal yang luar biasa,” cetusnya.

“Kita bisa bayangkan jika nanti ibukota sudah terlaksana maka penduduk di IKN ini akan bertambah sebanyak kurang lebih 2,5 juta, akan berdomisili di daerah ini maka kita harus focus memikirkan ketahanan pangan untuk penduduk sebanyak itu, kalau ini kita persiapkan dengan baik insya Allah kita semua akan sejahtera,” sambungnya.

Hamdam menghimbau jika warga masih memiliki sebidang lahan agar menahan diri untuk tidak terburu-buru menjual, kalau mau dijual sebagian untuk modal silahkan, tapi tegasnya, jangan dijual semua yang hanya sifatnya untuk konsumtif.

“Saya berharap kepada pemerintah desa dan seluruh aparatnya agar selalu membangun komunikasi dengan seluruh stake holder yang ada di desa, dengan demikian kita tentu akan mendapatkan energi untuk bersama-sama memikirkan Desa Semoi Dua ini menjadi desa yang siap menjadi Ibukota baru Negara,” ingat H Hamdam.

Hamdam mengingatkan, jangan menjadi penonton di negeri sendiri akan tetapi jadilah pemain di negeri sendiri.

“Kita tidak ingin warga kita menjdi termarginalkan akibat pemindahan ibukota Negara di derah kita, pemerintah kabupaten selalu memikirkan agar masyarakat kita tidak tertingal dalam mengikuti segala perkembangan kemajuan menuju ibukota baru Negara,” tutupnya

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Sukarti Terkejut di Datangi Sosok Ini

Pemprov Kaltara Percepat Pelelangan Proyek Infrastruktur