2 Sekolah di Kabupaten Banjar Akan Jadi Percontohan Sekolah Tatap Muka

WARTAKOTA.NET – Setelah beberapa bulan semenjak mewabahnya virus corona, sekolah-sekolah di Kabupaten Banjar harus menerapkan pembelajaran di rumah atau secara daring (dalam jaringan/online) sampai saat ini. Para orang tua siswa pun kini sudah mulai mempertanyakan, kapan sekolah tatap muka kembali dilakukan?

“Kadang anak saya nanya, kapan bisa ke sekolah lagi,” ujar Mahmudah, warga Keraton, Martapura, Minggu (25/10/20).

Ibu dari tiga orang anak ini berharap, sekolah-sekolah kembali dibuka untuk kegiatan belajar mengajar. Karena diakuinya, sekolah secara tatap muka lebih efektif ketimbang belajar dari rumah.

“Di tempat kita kan sudah zona kuning, jadi saya berharap sekolah kembali normal,” harapnya.

Ilustrasi kembali ke sekolah untuk belajar. Foto – Pixabay

Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah menuturkan, pembelajaran tatap muka rencananya akan dilakukan di awal tahun 2021 mendatang atau di semester genap. Ia menyampaikan, kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) bahkan sudah disosialisasikan terkait pembelajaran tatap muka ini.

“Dua sekolah juga sudah ditunjuk menjadi percontohan penerapan protokol kesehatan di sekolah dan siap melakukan pembelajaran tatap muka, yakni SMPN 1 Martapura Barat dan SDN Penggalaman 2,” sebutnya.

Ikhwansyah menambahkan, hanya sekolah yang berada di zona kuning dan hijau yang dibolehkan melakukan pembelajaran tatap muka. Zona ini ditentukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Banjar per kelurahan dan desa.

“Sehingga jika sekolah berada di zona oranye, maka tidak direkomendasikan untuk melakukan pembelajaran tatap muka,” ungkapnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah

Selain persyaratan zona lanjut Ikhwansyah, sekolah juga harus memenuhi check list persyaratan yang terdiri dari kesiapan pembelajaran, sarana prasarana, dan kurikulum. Kemudian, selain persetujuan orang tua siswa, sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka juga harus mendapatkan persetujuan dari kepala desa atau lurah setempat.

“Semakin cepat sekolah melakukan persiapan maka semakin baik, waktunya tinggal dua bulan lagi,” ujarnya.

Meski begitu, ia meminta pihak sekolah tak memaksakan siswa dan orang tua siswa.

“Jika ada siswa yang tak berkenan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka, maka guru juga harus memberikan pembelajaran secara jarak jauh seperti saat ini,” tutupnya. (sai)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Haris – Ilham Ingin Tata Ulang Pasar Terapung Kuin

Haris – Ilham, Sudah Kunjungi 500 Titik Kawasan Banjarmasin