Pandemi Covid-19, Penjualan Ikan Koi di Pembudidaya Ini Tetap Normal

WARTAKOTA.NET – Dampak buruk pandemi Covid-19 tidak serta merta mempengaruhi sektor perikanan yang ada di Kabupaten Banjar. Hal ini dirasakan oleh salah satu pembudidaya dan penjual ikan koi di Desa Cindai Alus Martapura Kabupaten Banjar, Sumarwan.

Pemilik usaha “Jagad Koi” ini mengaku, sejak merintis usahanya dari tahun 2004 sampai saat ini, penjualan ikan Koi yang ia budidayakan berjalan normal seperti hari hari sebelumnya tanpa banyak terpengaruh adanya pandemi Covid-19.

“Biasa saja, dampak (akibat pandemi) ada cuma sedikit. Hingga saat ini saya belum merasakannya (dampak pandemi Covid-19), perasaan saya masih sama saja (seperti sebelum ada Covid-19). Buktinya dalam sehari ada 5 – 6 orang (yang membeli koi),” aku Sumarwan.

Sumarwan merintis usaha ikan koi sejak tahun 2004. Foto – Mon

Sumarwan menambahkan, ikan koi yang ia jual mulai dari harga Rp 3 ribu untuk ukuran 5 – 7 cm, sampai harga Rp 1 juta tergantung jenis, ukuran, dan warnanya (kualitas). Dalam sehari beber Sumarwan, ia bisa meraup omzet penjualan dari Rp200 ribu sampai Rp 2 juta.

“Dulu saya jual (ikan koi) ke toko-toko, mulai dari Banjarbaru, Kandangan, Batulicin sampai Kotabaru. Paling jauh Palangka Raya. Kalau sekarang penjualan pakai media online, jadi orang (pembeli) yang datang ke sini,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pembeli ikan koi di Jagad Koi, Ahmad Muklis yang juga merupakan Sekretaris Desa Cindai Alus mengatakan bahwa sudah lama dirinya menyukai ikan koi. Ia mengaku sering membeli ikan koi di pembudidaya Jagad Koi ini.

Beragam jenis dan ukuran ikan koi yang dibudidayakan Sumarwan. Foto – Mon

“Salah satu alasan saya sering membeli di sini karena dekat dengan rumah saya, banyak jenisnya, harganya pun lebih murah, dan ikannya juga sehat sehat semua,” ujar Ahmad Muklis. (mon/dm)

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Tekan Tingkat Pelanggaran Jelang Pilkada, Bawaslu Banjarbaru Punya Strategi Ini

Sah! Saidi – Habib Idrus Terima SK Dukungan Partai NasDem