Rencana PSBB, Pemkab Banjar Siapkan Jaring Pengaman Sosial

WARTAKOTA.NET – Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar HM. Hilman bersama Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto, memimpin rapat koordinasi penyiapan jaring pengaman sosial pada pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kabupaten Banjar di Aula Barakat, Setda Banjar, Martapura, Kamis (30/4/20).

Rakor tersebut dihadiri sejumlah camat dan instansi terkait dalam pertemuan kesiapan PSBB dalam waktu dekat.

PSBB Parsial yang diberlakukan di 6 Kecamatan, akan mempersiapkan jaring pengaman sosial sebanyak 30.100 warga penerima manfaat.

Sekda Banjar HM. Hilman menyampaikan,  Kabupaten Banjar dalam waktu dekat ini akan memberlakukan PSBB. Namun pelaksanaannya tinggal menunggu surat rekomendasi dari Kementerian Kesehatan RI.

Hilman juga mengintruksikan dinas terkait untuk mengecek kesiapan bahan kebutuhan pokok.

“Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk segera mengecek kesiapan bahan kebutuhan pokok, bagi wilayah yang akan diberlakukan (PSBB) nanti,” ungkapnya.

Dari rapat ini, disepakati untuk jumlah warga penerima manfaat jaring pengaman sosial berjumlah 30.100 warga.

“Ini kita sepakati untuk tahap awal agar semua bisa menerima bantuan, dan jumlah ini akan aman,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, melalui satuan gugus tugas akan melakukan evaluasi, sejauh mana efektivitas PSBB dalam menangani penyebaran covid-19.

Sekda Banjar berharap satgas gugus bisa memfasilitasi kelancaran PSBB dan penyaluran bahan pangan ke warga melalui jalur satu pintu, lebih tertib dengan memberlakukan physical distancing.

Sementara Wakil Gugus Tugas Covid -19 Dandim 1006 Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto dalam pemaparannya mengatakan, validasi data harus akurat sehingga tidak salah sasaran. Mekanisme pengaman dan pengawasan PSBB serta kelancaran jalannya pendistribusian bahan pangan harus satu pintu.

“Tepat sasaran ini yang diinginkan gugus tugas, kita tidak mau gagal, tujuan PSBB kan gunanya menekan warga agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah,” ucapnya.

Dandim juga menambahkan, semua yang dilakukan terkait PSBB lancar atau tidaknya pelaksanaan pembatasan sosial tergantung dalam pengaturan, masyarakat yang dirumahkan, serta usai pelaksanaan PSBB.

“Apakah perlu diperpanjang atau tidak, peran camat dan Danramil serta lurah juga Babinsa RT, RW sangat membantu,” katanya.

Adapun PSBB Parsial meliputi Kecamatan Kertak Hanyar, Gambut, Sungai Tabuk, Tatah Makmur, Martapura Kota, dan Martapura Timur.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Program Serasi di Desa Keramat Gagal Panen, Petani Minta Kepastian

Alami Penurunan Omzet Saat Pandemi Covid-19, Pengusaha Parfum Ini Punya Cara Mengatasinya