Pandemi Corona, Masyarakat Menengah ke Bawah Menjerit

WARTAKOTA.NET – Dampak penyebaran covid-19 sangat dirasakan oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai tukang becak dan tukang ojek.

Seperti yang dirasakan tukang ojek dan tukang becak yang biasa mangkal di Kota Martapura.

Dalam sehari, mereka terkadang tidak mendapatkan penumpang semenjak status tanggap darurat bencana non alam diberlakukan oleh pemerintah setempat.

Umar (43), tukang becak yang sehari-hari mangkal di tepian Jalan A Yani mengaku saat ini pendapatannya sangat menurun, bahkan dalam sehari tak pasti mendapatkan penumpang.

“Ada yang kada membawa duit buliknya kami. Sunyi banar (ada yang tidak membawa uang pulangnya kami, sepi sekali),” ujar Umar, Rabu (6/5/20)

Bahkan ia tak memungkiri, terkadang dirinya hanya mengharap para dermawan yang membagikan sembako kepada tukang becak.

Hal senada juga dirakasan oleh tukang ojek yang sehari-hari mangkal dekat Masjid Al Karomah Martapura.

Berangkat dari rumah sejak pukul 7 pagi hingga pukul 5 sore, terkadang tak satupun mendapatkan penumpang.

Padahal sebelum pandemi corona ini, hasil dari menarik penumpang dirasakan sangat cukup untuk keperluannya sehari-hari.

“Sampai saat ini belum ada bantuan dari pihak pemerintah, padahal kita sangat terdampak akibat corona ini,” ujarnya.

Mereka berharap agar Pemerintah Kabupaten Banjar dapat memperhatikan nasib mereka kesulitan akibat terdampak pandemi covid-19 atau virus corona ini.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

SMPN 2 Banjarbaru Bersiap Laksanakan Ujian Sekolah Secara Daring

Pencairan Asuransi Belum Ada Kepastian, Petani Diminta Bersabar