Isu Penolakan Jenazah Diduga Terpapar Covid-19 Kembali Terjadi

WARTAKOTA.NET – Jenazah yang diduga terpapar covid-19, menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura, Minggu (26/4/20) petang.

Awalnya, jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar.

Namun, rencana pemakaman jenazah di lokasi tersebut diduga mendapat penolakan dari warga Desa Tungkaran.

Akhirnya, pemakaman dialihkan ke pemakaman umum yang ada di dekat RSUD Ratu Zalecha Martapura.

Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Desa Tungkaran M. Salmani menuturkan, dirinya mendapat informasi dari warga bahwa akan ada pemakaman jenazah di wilayahnya. Ia mengaku tidak ada koordinasi dari pihak rumah sakit ataupun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.

“Bukan menolak, tapi warga cuma minta keterangan aja, apakah jenazah ini benar positif covid, kalau bukan kita tidak masalah,” ungkap Salmani.

Sementara Dandim 1006 Martapura, Letkol Arm Siswo Budiarto mengatakan bahwa tidak ada penolakan dari warga Desa Tungkaran.

Ia menambahkan, dialihkannya lokasi pemakaman yang semula direncanakan di Desa Tungkaran dibatalkan. Hal itu dikarenakan keinginan pihak keluarga yang ingin jenazah dimakamkan di kawasan Kelurahan Keraton, Martapura.

“Sebenarnya tidak ada penolakan. Hanya saja mereka kurang mengetahui informasi. Jadi kita akan terus sosialisasikan pengetahuan mengenai covid-19 ini,” katanya.

Tersebarnya informasi mengenai adanya dugaan penolakan jenazah tersebut, membuat Ketua DPRD Kabupaten Banjar Muhammad Rofiqi turun langsung ke Desa Tungkaran bersama dengan Dandim 1006 Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dr Diauddin.

“Sudah seharusnya sebagai seorang muslim kita harus saling membantu, rasa kemanusiaan kita di uji di bulan yang suci ini,” tutur Rofiqi.

Ia kembali mengimbau, agar semua bisa berjalan lancar, karena semua pihak butuh segala dukungan dan semangat dalam menghadapi wabah ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dr Diauddin mengatakan, jenazah itu masuk Unit Gawat Darurat pada Minggu sore dan belum sempat dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.

“Meninggalnya (Minggu) petang tadi, karena ada gejala sesak nafas. Itu kita melakukan pemakaman sesuai prosedur covid-19. Dan almarhum punya riwayat penyakit jantung. Jadi belum positif corona sebenarnya,” beber Diauddin.

Di sisi lain, proses pemakaman jenazah tersebut berlangsung dengan lancar. Dandim 1006 bersama Ketua DPRD Kabupaten Banjar serta Kepala Dinas Kesehatan turun langsung untuk membantu memakamkan jenazah ke peristirahatannya yang terakhir.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

BREAKING NEWS : Satu Unit Rumah di Jalan Kenanga Hangus Dilahap Api

PLN Bagikan Paket Sembako