Diauddin : Wabah Bukan Aib, Bisa Menimpa Siapa Saja

WARTAKOTA.NET – Seorang pasien yang meninggal dunia dengan gejala mirip corona, berimbas kepada anak-anaknya. Mereka (anak-anak almarhum) diberhentikan dari pekerjaannya.

Padahal, sang ayah belum positif terpapar virus corona. Bahkan, kedua anaknya pun ketika di-rapid test hasilnya non reaktif.

Hal ini mendapat perhatian dari Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjar dr Diauddin.

Didampingi Kadis Kominfo Kabupaten Banjar Aidil Basith, dr Diauddin menjelaskan bahwa sejak kejadian seorang PDP dikebumikan sesuai dengan prosedur Covid-19 di Karangan Putih (awalnya hendak dimakamkan di Tungkaran), reaksi sejumlah warga terlalu berlebihan.

“Bahkan, kedua anak almarhum diberhentikan dari pekerjaannya karena dicurigai sebagai kontak erat almarhum. Padahal setelah kami rapid test, kedua anak almarhum tidak mengidap Corona,” jelas Diauddin, Rabu (29/4/20).

Selain itu, riwayat perjalanan almarhum ini juga jarang bertemu orang. Meski pernah ke Banjarmasin, namun itu sudah lama, yakni awal Maret 2020 lalu.

Masih kata dr Diauddin, Almarhum memang mengidap sakit jantung dan pernah dirawat di Rumah Sakit Umum Pelita Insani serta di RSUD Ratu Zalecha.

“Nah, ketika datang sore Minggu itu, beliau mengalami sesak nafas, gejala mirip Corona, namun belum tentu positif Corona. Beliau sore meninggal dan belum sempat diperiksa lebih lanjut. Untuk berjaga-jaga, maka prosedur pemakaman almarhum memakai protap Covid-19. Meski sekali lagi kami tegaskan, beliau belum tentu positif Corona,” papar Diauddin.

Namun di sisi lain, informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa almarhum dipastikan sebagai pasien positif Corona.

“Padahal kami hanya sebatas menyatakan almarhum sebagai PDP yang belum posisitf Corona, hanya sebatas diduga saja,” terangnya.

Ia pun meminta masyarakat untuk tidak membuat stigma buruk terhadap orang/warga yang terkena Corona.

“Karena wabah itu bukan aib, ia bisa menimpa siapa saja, mulai orang biasa hingga pejabat. Baik orang kaya maupun orang miskin, siapa saja bisa terkena,” pungkasnya.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Apabila Haji Tahun 2020 Batal, Nasib Setoran Lunas Jemaah Bagaimana?

Program Serasi di Desa Keramat Gagal Panen, Petani Minta Kepastian