Covid-19 Mewabah, Tradisi Bagarakan Sahur Masih Ada?

WARTAKOTA.NET – Di tengah pandemi covid-19 atau virus corona seperti saat ini, pemerintah memberikan imbauan kepada warga masyarakat agar tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan untuk menghindari penyebaran virus corona.

Namun, di Kota Martapura Kabupaten Banjar tepatnya di Desa Pesayangan malah ada kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, yaitu Pawai Bagarakan Sahur malam ke – 20.

Pawai bagarakan sahur yang terjadi pada hari Rabu (13/5/20) dini hari itu, dibenarkan Lurah Pesayangan Utara, M. Gazali.

“Memang ada bagarakan sahur tadi dini hari. Namun rombongan pawai hanya melintas, bukan warga kami sepertinya, kayaknya orang luar itu,” ujarnya.

Gazali menambahkan, beberapa waktu lalu juga ada pawai bagarakan sahur, namun tak sebanyak malam ke-20.

“Ditempat kami juga ada bagarakan sahur, tapi cuma anak-anak memakai botol plastik, jumlahnya juga sedikit,” katanya.

Masih kata Gazali, sebelumnya juga ada kegiatan bagarakan sahur dalam jumlah yang cukup banyak, namun kegiatan itu sempat ditegur olehnya dan bubar.

Pawai Bagarakan Sahur malam ke-20 di Pesayangan Martapura Kabupaten Banjar dini hari tadi memang sangat ramai. Tak hanya pawai cosplay (costum player) ala Indonesia, namun juga ada pesta kembang api.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, terpantau dalam pawai itu warga yang ikut tak hanya memainkan alat musik untuk membangunkan warga untuk sahur, tapi ada juga warga yang berdandan bak cosplay seperti pocong, memakai pakaian seperti baju hazmad, hingga berdandan ala tuyul.

Sementara itu, Humas Polres Banjar IPTU H. Suwarji saat dikonfirmasi menuturkan, pihaknya sudah mengkonfirmasi ke pihak Pembakal Desa Pasayangan, dan ternyata benar ada kegiatan (pawai bagarakan sahur) tersebut.

“Kita sudah mengimbau juga untuk kegiatan tersebut ditiadakan. Karena mengingat saat ini kondisinya masih dalam pandemi, apalagi kita akan menerapkan PSBB, dan juga atas maklumat Kapolri tentang diwajibkan sosial distancing, physical distancing, agar tidak adanya perkumpulan orang dalam jumlah banyak,” terangnya.

Ditambahkan Suwarji, Kepala Desa Pesayangan sempat berdalih pawai bagarakan sahur itu tradisi tiap tahun, namun pihak Polres Banjar sendiri tidak pernah mengetahui adanya tradisi itu.

“Kalau masih ada kegiatan tersebut, kita akan bubarkan, dan saat ini kita masih lakukan lidik untuk siapa yang bertanggung jawab kegiatan tersebut,” pungkasnya.

What do you think?

Tinggalkan Balasan

Catat, Ini Tanggal Rencana Pelaksanaan PSBB di Kota Banjarbaru

PSBB di Kabupaten Banjar Akan Segera Dimulai